Hidup sejatinya adalah usaha untuk menjawab pertanyaan seperti yang dilontarkan George Harrison, “Tujuan dari hidup adalah menemukan Siapa aku? Mengapa aku di sini? Ke mana aku akan menuju? Itulah yang harus kita jawab.” Jawaban yang salah menyebabkan kita selalu resah dan gelisah, dan kita terus mencari dan mencari, sampai menemukan jawaban yang tepat. Jawaban yang tepat dan benar hanya ada pada Sang Pencipta, seperti dikatakan oleh Santo Agustinus, “Ya Allah, Engkau menciptakan aku bagi diri-Mu sendiri, dan hati ini akan selalu gelisah sampai beristirahat di dalam Engkau.” Penderitaan selalu memiliki tujuan. Resah, gelisah, dan penderitaan adalah cara Allah memanggil kita. CS Lewis mengatakan bahwa Allah berteriak saat kita dalam penderitaan. Inilah megafon Allah untuk membangunkan dunia yang tuli. Melalui penderitaan, Allah berteriak agar kita bertobat. Hidup di dunia modern penuh dengan godaan. Godaan untuk hidup menurut daging. Upah hidup menurut daging adalah maut. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna (Yohanes 6: 63). Kita terus berlari mengejar sesuatu yang berada di luar diri kita demi dan untuk meraih kebahagiaan. Padahal kebahagiaan itu sudah tersedia di dalam diri kita. Melalui perenungan yang dalam santo Agustinus mengatakan, “Mengapa orang harus pergi sambil berlari ke langit yang paling tinggi, ke bumi yang paling dalam, hanya untuk mencari Dia yang justru tinggal di dalam diri kita, sekiranya kita mau tinggal dalam Dia?” Hidup memang singkat, namun hidup mesti berbuah. Hanya ranting yang selalu berada di pokok anggur yang benar, yang akan menghasilkan buah melimpah. Namun hidup penuh dengan godaan dan cobaan. Sebab itu hidup mesti kokoh. Sekokoh membangun rumah di atas batu.
CassetteIndonesianBiography & Autobiography202p
1 copy
Sermons & Talks Available
Iman dan Penderitaan (4 Kaset)
Stephen Tong
GRII - Gereja Reformed Injili Indonesia
Hidup sejatinya adalah usaha untuk menjawab pertanyaan seperti yang dilontarkan George Harrison, “Tujuan dari hidup adalah menemukan Siapa aku? Mengapa aku di sini? Ke mana aku akan menuju? Itulah yang harus kita jawab.” Jawaban yang salah menyebabkan kita selalu resah dan gelisah, dan kita terus mencari dan mencari, sampai menemukan jawaban yang tepat. Jawaban yang tepat dan benar hanya ada pada Sang Pencipta, seperti dikatakan oleh Santo Agustinus, “Ya Allah, Engkau menciptakan aku bagi diri-Mu sendiri, dan hati ini akan selalu gelisah sampai beristirahat di dalam Engkau.” Penderitaan selalu memiliki tujuan. Resah, gelisah, dan penderitaan adalah cara Allah memanggil kita. CS Lewis mengatakan bahwa Allah berteriak saat kita dalam penderitaan. Inilah megafon Allah untuk membangunkan dunia yang tuli. Melalui penderitaan, Allah berteriak agar kita bertobat. Hidup di dunia modern penuh dengan godaan. Godaan untuk hidup menurut daging. Upah hidup menurut daging adalah maut. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna (Yohanes 6: 63). Kita terus berlari mengejar sesuatu yang berada di luar diri kita demi dan untuk meraih kebahagiaan. Padahal kebahagiaan itu sudah tersedia di dalam diri kita. Melalui perenungan yang dalam santo Agustinus mengatakan, “Mengapa orang harus pergi sambil berlari ke langit yang paling tinggi, ke bumi yang paling dalam, hanya untuk mencari Dia yang justru tinggal di dalam diri kita, sekiranya kita mau tinggal dalam Dia?” Hidup memang singkat, namun hidup mesti berbuah. Hanya ranting yang selalu berada di pokok anggur yang benar, yang akan menghasilkan buah melimpah. Namun hidup penuh dengan godaan dan cobaan. Sebab itu hidup mesti kokoh. Sekokoh membangun rumah di atas batu.
CassetteIndonesianBiography & Autobiography202p
1 copy
Sermons & Talks Available
Iman dan Penderitaan (4 Kaset)
Stephen Tong
GRII - Gereja Reformed Injili Indonesia
Hidup sejatinya adalah usaha untuk menjawab pertanyaan seperti yang dilontarkan George Harrison, “Tujuan dari hidup adalah menemukan Siapa aku? Mengapa aku di sini? Ke mana aku akan menuju? Itulah yang harus kita jawab.” Jawaban yang salah menyebabkan kita selalu resah dan gelisah, dan kita terus mencari dan mencari, sampai menemukan jawaban yang tepat. Jawaban yang tepat dan benar hanya ada pada Sang Pencipta, seperti dikatakan oleh Santo Agustinus, “Ya Allah, Engkau menciptakan aku bagi diri-Mu sendiri, dan hati ini akan selalu gelisah sampai beristirahat di dalam Engkau.” Penderitaan selalu memiliki tujuan. Resah, gelisah, dan penderitaan adalah cara Allah memanggil kita. CS Lewis mengatakan bahwa Allah berteriak saat kita dalam penderitaan. Inilah megafon Allah untuk membangunkan dunia yang tuli. Melalui penderitaan, Allah berteriak agar kita bertobat. Hidup di dunia modern penuh dengan godaan. Godaan untuk hidup menurut daging. Upah hidup menurut daging adalah maut. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna (Yohanes 6: 63). Kita terus berlari mengejar sesuatu yang berada di luar diri kita demi dan untuk meraih kebahagiaan. Padahal kebahagiaan itu sudah tersedia di dalam diri kita. Melalui perenungan yang dalam santo Agustinus mengatakan, “Mengapa orang harus pergi sambil berlari ke langit yang paling tinggi, ke bumi yang paling dalam, hanya untuk mencari Dia yang justru tinggal di dalam diri kita, sekiranya kita mau tinggal dalam Dia?” Hidup memang singkat, namun hidup mesti berbuah. Hanya ranting yang selalu berada di pokok anggur yang benar, yang akan menghasilkan buah melimpah. Namun hidup penuh dengan godaan dan cobaan. Sebab itu hidup mesti kokoh. Sekokoh membangun rumah di atas batu.
CassetteIndonesianBiography & Autobiography202p
1 copy
Sermons & Talks Available
Iman dan Wahyu (5 kaset)
Stephen Tong
LRII - Lembaga Reformed Injili Indonesia
CassetteIndonesian
1 copy
Sermons & Talks Available
Iman di dalam Masa Krisis (7 kaset)
Stephen Tong
STEMI - Stephen Tong Evangelistic Ministries International
CassetteIndonesian
1 copy
Sermons & Talks Available
Iman Kristen & Etika Medis (3 Kaset)
Robby C. Moningka
GRII - Gereja Reformed Injili Indonesia
Dalam konteks perubahan global yang tidak menentu, Teologi Kristen ditantang untuk tetap relevan tanpa kehilangan esensinya sebagai refleksi iman yang berakar pada kebenaran firman Tuhan. Buku ini berupaya menghadirkan pemikiran-pemikiran kontekstual dan kritis tentang bagaimana teologi dapat menanggapi perubahan zaman secara konstruktif, sehingga iman Kristen tidak sekadar bertahan, tetapi juga menjadi terang dan garam bagi dunia modern yang penuh ketidakpastian.
CassetteIndonesianReligion243p
1 copy
Faith & Culture Available
Iman Kristen dan Problema Sosial
Abraham Kuyper
Momentum · Dewey: 261.8
BookIndonesianDDC 261.8
1 copy
Faith & Culture Available
Iman Penderitaan dan Hak Asasi Manusia (1999)
Stephen Tong
Momentum · Dewey: 261.8
Christian teachings on faith, suffering, and human rights.
BookIndonesianDDC 261.8104p
1 copy
Christian Living Available
Iman Pengharapan & Kasih Dalam Krisis (1998)
Stephen Tong
LRII - Lembaga Reformed Injili Indonesia · Dewey: 248
BookIndonesianDDC 248
1 copy
Christian Living Available
Iman Pengharapan & Kasih dalam Krisis (1998)
Stephen Tong
STEMI - Stephen Tong Evangelistic Ministries International · Dewey: 248
BookIndonesianDDC 248
1 copy
Salvation & Grace Available
Iman Reformed (2000)
Loraine Boettner
Penerbit Momentum · Dewey: 234.9
BookIndonesianDDC 234.9
1 copy
Denominations Available
Iman Reformed
Loraine Boettner
Momentum · Dewey: 284.2
BookIndonesianDDC 284.2
1 copy
Salvation & Grace Available
Iman Reformed (Reformed Faith) (2000)
Loraine Boettner
Penerbit Momentum · Dewey: 234.9
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan buku referensi ini dengan baik tanpa ada satu halangan yang berarti. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak terkait yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu karena atas bantuannya penulis dapat menyelesaikan buku ini dengan lancar. Buku yang berjudul Teologi Reformer Tentang Ketekunan Orang-Orang Kudus ini memuat Alkitab dan Ketekunan Orangorang Kudus, Dasar Pemikiran Theologia Reformed Tentang Ketekunan Orang-orang Kudus, dan seterusnya. Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak banyak kekurangan di sana-sini. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik, saran, dan masukan yang konstruktif dari para pembaca sekalian. Semoga buku ini bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya.
BookIndonesianDDC 234.9Education292p
1 copy
Faith & Culture Available
Iman, Penderitaan dan Hak Asasi Manusia (1999)
Stephen Tong
Momentum · Dewey: 261.8
Christian teachings on faith, suffering, and human rights.
BookIndonesianDDC 261.8104p
1 copy
Christian Living Available
Iman, Pengharapan & Kasih Dalam Krisis (2003)
Stephen Tong
STEMI - Stephen Tong Evangelistic Ministries International · Dewey: 248
BookIndonesianDDC 248
1 copy
Religion - General Available
Iman, Rasio dan Kebenaran
Stephen Tong
Momentum · Dewey: 201
BookDDC 201
1 copy
Christian Theology Available
Imanuel: Perubahan dalam Perumusan Iman Akan Yesus Kristus (2000)
Tom Jacobs
Penerbit Kanisius · Dewey: 230
BookIndonesianDDC 230
1 copy
Worship & Sacraments Available
Immanuel in Our Place (2001)
Tremper Longman III
Presbyterian and Reformed Publishing · Dewey: 264
BookEnglishDDC 264
1 copy
Worship & Sacraments Available
Immanuel in Our Place (2001)
Tremper Longman III
Presbyterian and Reformed Publishing · Dewey: 264
BookEnglishDDC 264
1 copy
Christian Living Available
In Pursuit of Happiness � Finding Genuine Fulfillment in Life
Buku Pengantar Tafsiran Injil Yohanes merupakan panduan bagi siapa saja yang ingin memahami dan menafsirkan Injil Yohanes secara mendalam dan bertanggung jawab. Injil Yohanes memiliki ciri khas teologis dan literer yang unik, seperti penggunaan pernyataan “Aku adalah,” angka tujuh, dan fokus pada identitas serta misi Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah. Penulis menyajikan pengantar tentang latar belakang penulisan (pengarang, tanggal, tempat, sumber dan tujuan penulisan), keunikannya dibandingkan Injil-injil Sinoptik, konteks sosial dan situasi komunitas Yohanes, dan struktur Injil Yohanes. Buku ini tidak hanya menawarkan kajian teoritis, tetapi juga memberi contoh nyata penafsiran melalui analisis Prolog Injil Yohanes (Yoh. 1:1–18) dengan menerapkan pendekatan historis-gramatikal, literer, dan teologis. Di samping itu, penulis juga memperkenalkan berbagai metode pendekatan penafsiran, seperti pendekatan tematis, historis, historis-gramatika, struktural, naratif, sosio-retoris, perjuangan untuk bahasa, metafora kognitif-linguistik, kontekstual, dan teologis sebagai metode yang bisa dipakai secara tersendiri maupun secara integratif dalam mempelajari dan menafsir Injil Yohanes. Penggunaan berbagai metode secara integratif berguna untuk menafsir teks secara utuh—baik dari segi gramatika, sejarah, teologi, maupun relevansinya dalam konteks masa kini, sebagaimana penulis terapkan dalam buku pengantar ini. Dengan gaya sistematis dan mudah diikuti, buku ini sangat cocok untuk mahasiswa teologi, dosen, hamba Tuhan, serta siapa pun yang ingin mempelajari tentang bagaimana menafsirkan Injil Yohanes, menelusuri kedalaman makna teologis Injil Yohanes dan mengaplikasikannya dalam kehidupan gerejawi dan pelayanan masa kini.
CassetteIndonesianAntiques & Collectibles336p
1 copy
Sermons & Talks Available
Injil Sinoptik & Yohanes (4 Kaset)
Maria Mazo
STRIS
Buku Pengantar Tafsiran Injil Yohanes merupakan panduan bagi siapa saja yang ingin memahami dan menafsirkan Injil Yohanes secara mendalam dan bertanggung jawab. Injil Yohanes memiliki ciri khas teologis dan literer yang unik, seperti penggunaan pernyataan “Aku adalah,” angka tujuh, dan fokus pada identitas serta misi Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah. Penulis menyajikan pengantar tentang latar belakang penulisan (pengarang, tanggal, tempat, sumber dan tujuan penulisan), keunikannya dibandingkan Injil-injil Sinoptik, konteks sosial dan situasi komunitas Yohanes, dan struktur Injil Yohanes. Buku ini tidak hanya menawarkan kajian teoritis, tetapi juga memberi contoh nyata penafsiran melalui analisis Prolog Injil Yohanes (Yoh. 1:1–18) dengan menerapkan pendekatan historis-gramatikal, literer, dan teologis. Di samping itu, penulis juga memperkenalkan berbagai metode pendekatan penafsiran, seperti pendekatan tematis, historis, historis-gramatika, struktural, naratif, sosio-retoris, perjuangan untuk bahasa, metafora kognitif-linguistik, kontekstual, dan teologis sebagai metode yang bisa dipakai secara tersendiri maupun secara integratif dalam mempelajari dan menafsir Injil Yohanes. Penggunaan berbagai metode secara integratif berguna untuk menafsir teks secara utuh—baik dari segi gramatika, sejarah, teologi, maupun relevansinya dalam konteks masa kini, sebagaimana penulis terapkan dalam buku pengantar ini. Dengan gaya sistematis dan mudah diikuti, buku ini sangat cocok untuk mahasiswa teologi, dosen, hamba Tuhan, serta siapa pun yang ingin mempelajari tentang bagaimana menafsirkan Injil Yohanes, menelusuri kedalaman makna teologis Injil Yohanes dan mengaplikasikannya dalam kehidupan gerejawi dan pelayanan masa kini.
CassetteIndonesianAntiques & Collectibles336p
1 copy
Missions Available
Injil Untuk Semua Orang (1997)
Henk Venema
Yayasan Komunikasi bina Kasih / OMF · Dewey: 266
Yesus: Injil untuk Semua Orang Awal baru yang selalu Anda dambakan hanya tinggal satu keputusan lagi. Di dunia yang dipenuhi informasi tetapi tanpa tujuan, banyak orang merasa "tidak sesuai" dengan kehendak Tuhan. Mereka percaya bahwa mereka harus sempurna untuk diterima atau bahwa kesalahan mereka membuat mereka tidak layak untuk kehidupan baru. Jika Anda pernah merasa seperti ini, buku ini adalah undangan Anda untuk kembali ke rumah. Fernanda Ketrin menyajikan peta jalan yang jelas, mendalam, dan menyentuh hati menuju esensi Kekristenan. Berdasarkan logika Alkitab dan kepekaan spiritual, panduan ini membawa pembaca dalam perjalanan 10 bab yang menghilangkan mitos iman dan mengungkapkan kuasa Injil Yesus—pesan yang tidak membedakan antara manusia dan tersedia untuk semua orang. Dalam buku ini, Anda akan menemukan: Identitas yang Dipulihkan: Mengapa kita diciptakan dan bagaimana memulihkan tujuan asli kita. Kuasa Kelahiran Baru: Bagaimana meninggalkan "diri lama" dan mengalami metamorfosis spiritual. Latihan Harian: Panduan praktis tentang doa, membaca Alkitab, dan bagaimana mendengar suara Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kedamaian di Tengah Badai: Bagaimana mempertahankan sukacita dan iman bahkan di tengah penderitaan dan ketidakpastian dunia modern. Harapan Kekal: Visi yang jelas tentang masa depan, kedatangan kembali Yesus, dan janji akan rumah di mana tidak akan ada lagi rasa sakit. Untuk siapa buku ini? Untuk mereka yang mengambil langkah pertama dalam iman. Untuk mereka yang merasa jauh dan mendambakan persatuan sejati dengan Tuhan. Untuk mereka yang mencari jawaban logis dan mendalam atas kecemasan jiwa. Tidak masalah dari mana Anda berasal atau apa yang telah Anda lakukan sejauh ini. Pintu terbuka dan meja telah disiapkan. Injil adalah untuk Anda. Ini untuk saat ini. Ini untuk semua orang. Bukalah buku ini dan mulailah bab terpenting dalam hidup Anda hari ini.
BookIndonesianDDC 266Religion166p
1 copy
Christian Living Available
Inside Out (1992)
Larry Crabb
The Navigators · Dewey: 248.24
THE PROMISE OF REAL CHANGE.
You don't have to pretend you've got it all together . . . when you don't. You don't have to pretend your best relationship deeply satisfies . . . when it doesn't. You don't have to pretend your struggle with sin is a thing of the past . . . when it isn't.
"Only Christians have the capacity to never pretend," says Larry Crabb. That's because real change is only possible when you face the realities of your internal life and let God mold you into a person who is free to be honest, courageous, and loving.
If you want a more vital union with God, a richer relationship with others, and a deeper sense of personal wholeness, let Larry Crabb help you look inside yourself. And discover how God works real, liberating change when you live from the inside out.